Marc Marquez Juara, Saatnya Rossi Gantung Helm?

Moto GP / Minggu, 16 Oktober 2016 15:22 WIB (MP/flo)

Ketika Marc Marquez mengunci gelar juara MotoGP di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10) semua mata penggemar MotoGP tertuju kepada Valentino Rossi. Rossi memang pantas jadi fokus perhatian penggila MotoGP, sebab Valentino Rossi menjadi pesaing terdekat dan terberat Marc Marquez.

Jatuhnya Valentino Rossi pada lap-lap awal balapan di Sirkuit Motegi meninggalkan penasaran dan tanda tanya besar para penggemarnya. Apakah masanya Valentino Rossi di MotoGP sudah berakhir? Ataukah Rossi memang sedang berada dalam tekanan berat? Pertanyaan dan penasaran seputar Valentino Rossi terus bergaung manakala Marc Marquez sukses meraih juara untuk ketiga kalinya di kelas utama MotoGP.

Selama musim MotoGP 2016, Valentino Rossi kerap gagal meraih podium bahkan terjatuh saat balapan berlangsung. Performa Rossi yang inkonsisten menyebabkan the doctor seperti kehilangan magis dan pesonanya. Bahkan sejumlah mantan pembalap MotoGP mempertanyakan inkonsistensi Rossi padahal pembalap Italia itu dianggap sudah jadi 'anak emas' tim Movistar Yamaha.

Momen ketika Valentino Rossi terjatuh di Sirkuit Motegi (Foto: Official MotoGP)

Apakah faktor usia yang menyebabkan performa Rossi menurun? Soal usia, Rossi saat 37 tahun dan masih terikat kontrak dengan Movistar Yamaha sampai tahun 2018. Itu berarti bagi Yamaha dan Rossi, usia bukan halangan. Namun, apakah dengan pencapaian Rossi yang tak seperkasa dulu, kondisi ini akan tetap dipertahankan Yamaha? Selama tiga musim balapan terakhir pretasi tertinggi Rossi hanya di posisi kedua alias runner-up MotoGP.

Tak sedikit pengamat MotoGP baik dari kalangan mantan pembalap dan wartawan menilai, kehadiran Marc Marquez membuat peran Rossi mulai berkurang dan sudah saatnya Rossi menyerahkan segala kedigdayaannya di ajang MotoGP kepada Marc Marquez yang notabene usianya jauh lebih muda dari dirinya.

Valentino Rossi gagal melanjutkan balapan di Sirkuit Motegi (Foto: Official MotoGP)

Bagi sementara orang, karir Valentino Rossi di MotoGP belum habis. Tapi menilik statistik yang tercatat selama tiga musim terakhir, sepertinya wajar jika Rossi mulai melihat kalender untuk menentukan waktu yang pas momen pengumuman gantung helm dari ajang MotoGP.

Tak bisa dipungkiri Valentino Rossi menyandang gelar prestisius di ajang MotoGP, yakni legenda hidup. Dan gelar itu seperti sebuah kutukan bagi Rossi untuk segera angkat kaki memberi kesempatan kepada calon legenda berikutnya. Jika Valentino Rossi terus memaksakan diri untuk tetap menunggang kuda besi dan bersaing dengan para pembalap muda, bukan tidak mungkin, status legendanya akan tinggal jadi deretan angka biasa di ajang MotoGP.

Valentino Rossi dan Marc Marquez di Sirkuit Motegi (Foto: Official MotoGP)

Tahun 2014 silam, saat dirinya hanya bisa mengakhiri musim balapan di posisi juara dua, Rossi berujar kepada para wartawan, bahwasannya dalam sebuah kejuaraan, anda perlu merasakan posisi bukan sebagai sang juara, agar tetap bisa merasakan artinya sebuah perlombaan atau persaingan. Apakah dengan pencapaiannnya saat ini, Valentino Rossi ingin merasakan artinya sebuah persaingan? Ataukah Rossi sudah telanjur menikmati posisinya sebagai juara dua alias bukan sang juara?

Dalam ajang kejuaraan profesional seperti MotoGP berlaku hukum persaingan yang ketat. Atau dalam bahasa Harry Redknap, pelatih sepak bola asal Inggris bahwa, orang atau penggemar tak lagi melihat apa yang telah anda capai di masa lalu, tapi apa yang anda raih saat inilah yang dihitung dan dinilai. Apakah Valentino Rossi sudah saatnya untuk gantung helm alias pensiun dari ajang MotoGP? Hanya Valentino Rossi dan Tuhan yang tahu.

BACA JUGA:

  1. Marc Marquez: Never Say Never
  2. Marc Marquez Tuntaskan Drama di Sirkuit Motegi dengan Indah
  3. Podium Pertama di Sirkuit Motegi, Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP 2016
  4. Marc Marquez Rebut Pole Position GP Brno, Rossi Ketiga
  5. Putus Kontrak dengan VR46 Racing, Marc Marquez Gabung Jorge Lorenzo

 

(MP/flo)
Sarankan artikel ini

Berita Terkait Lainnya